Tampilkan postingan dengan label Summary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Summary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

Ethnicity : Prejudice, Discrimination, and Genocide

1. Prejudice
 Apakah prejudice/prasangka itu? Prejudice/prasangka adalah tindakan membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut. Prasangka juga bisa berarti tindakan menganggap remeh sebuah kelompok karena tingkah laku, nilai-nilai, dan kebiasaan mereka yang sebenarnya hanya asumsi pribadi masyarakat. Masyarakat biasanya berprasangka karena mereka memegang stereotipe-stereotipe tentang sebuah kelompok/grup dan mengaplikasikannya pada individu dalam kelompok tersebut. Mereka juga berasumsi bahwa anggota dalam sebuah kelompok tersebut akan bertingkah/berperilaku seperti yang seharusnya (sesuai dengan stereotipe-stereotipe yang ada). Contoh perilaku prasangka adalah: Jonathan adalah anak laki-laki yang bermata sipit, berkulit putih, dan keturunan Cina. Teman-temannya dengan spontan akan berpikir bahwa Jonathan ini orangnya pasti pelit. Mengapa begitu? Karena adanya stereotipe-stereotipe yang mengatakan bahwa orang Cina itu pasti pelit.

2. Discrimination
Diskriminasi adalah tindakan yang kurang adil yang membahayakan, merugikan, menyakiti dan merusak suatu kelompok dan anggota-anggotanya. Meskipun tindakan diskriminasi ini tidak legal, tapi masyarakat tetap melakukannya. Menurut saya diskriminasi terjadi karena ada pihak-pihak yang kurang menyukai keberadaan suatu kelompok. Institutional discrimination adalah tindakan diskriminasi yang terstruktur dan telah dimasukan dalam proses dan prosedur suatu organisasi, baik karena adanya prasangka atau karena terjadinya kegagalan untuk memperhitungkan kebutuhan tertentu identitas sosial yang berbeda.

3. Genocide
Genocide/genosida adalah sebuah tindakan pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan bangsa tersebut. Salah satu contoh dari genosida adalah Pembantaian lebih dari dua juta jiwa rakyat oleh rezim Khmer Merah pada akhir tahun 1970-an.

Jumat, 11 April 2014

Archaeological Anthropolgy

Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suatu suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri.

http://makinganthropologypublic.files.wordpress.com/2008/02/capt_e214da37a0214b2281c787419073038b_peru_ancient_plaza_lim101.jpg
http://makinganthropologypublic.files.wordpress.com/2008/02/capt_e214da37a0214b2281c787419073038b_peru_ancient_plaza_lim101.jpg
Salah satu sub-bidang dalam Antropolgi adalah Arkeologi. Arkeologi adalah  ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis ini meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil) maupun fitur (artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi). Orang yang bergerak di bidang arkeologi disebut arkeolog. Arkeolog lah yang mencari jejak mengenai kebudayaan, kehidupan masa lalu, sejarah serta memecahkan berbagai misteri yg berhubungan dengan masa lampau yg sulit terjamah.

 Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Arkeologi