Kamis, 17 April 2014

What is "Psychology"?

Most of people think that if you study Psychology, then you can read the thoughts of others. Ah, we're not a shaman. Indonesian people's knowledge about the psychology not yet so widespread at this time. Therefore, there are still many who think as above. So, what is Psychology?
 
Psychology is the science of the mind and behavior. The word "psychology" comes from the Greek word psyche meaning "breath, spirit, soul", and the Greek word logia meaning the study of something. So, Psychology is the scientific study of the mind and behavior.  Psychology is a multifaceted discipline and includes many sub-fields of study such areas as human development, sports, health, clinical, social behavior and cognitive processes. 
So that is the basic about Psychology:)

Minggu, 13 April 2014

Tugas, untuk pembelajaran atau hanya kewajiban semata?

Sejak dahulu kala, tugas merupakan suatu kewajiban seorang murid agar mereka bisa lebih mengaplikasikan apa yang mereka pelajari. Saat ini, banyak pelajar yang mengerjakan tugas hanya karena tugas adalah kewajiban mereka. Mereka mengerjakan tugas hanya karena takut tidak memperoleh nilai yang bagus. Bahkan, ada yang mengerjakan tugas apa adanya. Seperti ada pelajar yang hanya copy-paste dari tugas temannya atau dari internet. Karena dengan melakukan copy-paste, tugas mereka menjadi lebih cepat selesai. Menurut saya, kebiasaan copy-paste ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi para pelajar. Kebiasaan ini dapat menyebabkan ketergantungan mereka pada internet atau pun teman mereka sendiri. Jadi saat diberikan tugas, mereka akan berpikir "Ah, ada si X kok yang ngerjain. Nanti gue tinggal copy paste aja. Gampang lah itu" atau "Ah, topik ini pasti ada di internet. Nanti tinggal di google aja lah". Apalagi jika tugas yang diberikan oleh guru sudah menumpuk, bagi mereka yang sudah malas berpikir, salah satu jalan pintasnya adalah dengan melakukan copy-paste sehingga tugas mereka cepat selesai. Salah satu dampak buruknya adalah nanti ketika mereka dituntut untuk menyelesaikan suatu permasalahan sendiri tanpa bantuan orang lain, mereka akan kesulitan karena mereka selalu bergantung pada teman atau internet.

http://1.bp.blogspot.com/_9riBtys457k/TFe2Dwf8AFI/AAAAAAAAAGg/SkvRidXu7oA/s1600/copy+paste.jpg
http://aahendrayana.blogspot.com/2010/08/copy-paste-refleksi-budaya-menerabas.html
Hal ini juga tidak adil bagi teman mereka yang mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh untuk pembelajaran. Mereka akan merasa usaha yang mereka lakukan sia-sia saja melihat teman-teman mereka mengerjakan tugas secara instan hanya dengan copy-paste saja. Apalagi jika tugas yang telah mereka kerjakan di copy-paste oleh teman mereka. Mereka akan beripikir, "Wah enak sekali ya dia ngerjain tugas, punya gue tinggal di salin aja" dan hal tersebut bisa saja menurunkan niat dan usaha mereka untuk mengerjakan tugas. Mereka bisa saja ikut terpengaruh oleh teman mereka untuk melakukan copy-paste. Mereka yang benar-benar ingin belajar jadi malas karena melihat temannya yang meengerjakan tugas secara instan.

Disini, guru juga memiliki peran penting agar para pelajar mau mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. Contohnya, guru memberikan reward pada setiap murid yang mengerjakan tugasnya dengan baik. Reward yang diberikan bisa apa saja tapi menurut saya lebih baik nilai tambahan karena jika reward yang diberikan berupa benda, para pelajar malah lebih mengerjakan tugas hanya untuk memperoleh reward yang berupa benda tersebut. Guru juga harus memastikan bahwa para pelajar benar-benar memahami materi pelajaran yang akan ditugaskan, sehingga para pelajar dapat mengerjakan tugas itu dengan baik sesuai kemampuan mereka.

H Sanusi ; Pendekar Silat Betawi

H Sanusi adalah seorang pendekar silat asal Sawah Besar, Jakarta. Beliau lahir di Jakarta pada tanggal 4 September 1931. Meskipun usia beliau sudah mencapai 83 tahun, tetapi beliau masih tetap aktif, tak punya penyakit serius dan tidak berpantang makan apa pun. Sejak beliau masih muda, beliau hanya makan sekali sehari. Kebiasaan itu bermula ketika beliau tinggal di salah satu pesantren
di Tasikmalaya, Jawa Barat, saat usia beliau masih 15 tahun. Di sana, para santri dibiasakan untuk makan secukupnya dan seadanya. Mereka selalu makan bersama dan tak pernah makan berlebihan. Menurut sang guru, makan banyak akan menutup hati. Beliau mampu mendisiplinkan diri karena telah berlatih pencak silat sejak usia 12 tahun. Dulu, beliau biasa berlatih bersama teman-temannya setelah shalat Isya dan mengaji. Mereka berlatih dibimbing oleh sang pelatih, Mursadi bin Ramidun. Sang guru juga sering membawa beliau berkeliling ke perguruan silat di sejumlah daerah. Selain untuk mempelajari gerakan silat dari daerah lain, tujuan berkeliling juga untuk menjaga dan menjalin silaturahim dengan para guru silat yang lain.

Pada tahun 1957, beliau mendirikan Perguruan Silat Pusaka Djakarta yang beraliran gerak cepat untuk mengajar silat bagi murid-muridnya. Tujuan beliau mendirikan perguruan silat ini adalah beliau ingin mengembangkan dan melestarikan silat Betawi di Indonesia.Pada tahun 1969, H Sanusi mendaoat tawaran untuk menjadi koreografer film silat "Djampang Mentjari Naga Hitam". Alhasil, film tersebut sukses besar. Kesuksesan film tersebut membuka pasar film laga berbasis silat. Beliau sangat bangga dengan kesuksesan film tersebut. Namun, dia prihatin karena Hongkong yang semula meniru langkah Indonesia membuat film laga malah sekarang lebih terkenal sebagai salah satu produsen film laga. Salah satu harapan beliau, naskahnya tentang pendekar silat dari Ngarai Sianok dapat difilmkan.

Jumat, 11 April 2014

Archaeological Anthropolgy

Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suatu suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri.

http://makinganthropologypublic.files.wordpress.com/2008/02/capt_e214da37a0214b2281c787419073038b_peru_ancient_plaza_lim101.jpg
http://makinganthropologypublic.files.wordpress.com/2008/02/capt_e214da37a0214b2281c787419073038b_peru_ancient_plaza_lim101.jpg
Salah satu sub-bidang dalam Antropolgi adalah Arkeologi. Arkeologi adalah  ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis ini meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil) maupun fitur (artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi). Orang yang bergerak di bidang arkeologi disebut arkeolog. Arkeolog lah yang mencari jejak mengenai kebudayaan, kehidupan masa lalu, sejarah serta memecahkan berbagai misteri yg berhubungan dengan masa lampau yg sulit terjamah.

 Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Arkeologi